Kepala BRIDA Riau Paparkan Strategi Penguatan Swasembada Pangan dan Inovasi Smart Farming di Tengah Surplus Beras Nasional

PEKANBARU – Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau, Dr. Roni Bowo Leksono, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (PTPH) Provinsi Riau, memaparkan analisis strategis dan kebijakan daerah dalam merespons status surplus beras nasional yang baru diumumkan pemerintah pusat. Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif "Riau Cemerlang" di TVRI Riau, Selasa (13/01/2026).

Dalam dialog tersebut, Dr. Roni menekankan bahwa meskipun Riau bukan merupakan lumbung pangan nasional utama, kinerja sektor pertanian daerah menunjukkan tren positif yang signifikan.

Kinerja dan Data Ketahanan Pangan Riau Berdasarkan data yang dipaparkan, produksi beras di Provinsi Riau mencatat pertumbuhan impresif sebesar lebih dari 8% dalam tiga tahun terakhir. Volume produksi meningkat dari kisaran 118.000 ton menjadi hampir 150.000 ton per tahun. Meski demikian, produksi tersebut saat ini baru mampu mencukupi sekitar 22% dari total kebutuhan konsumsi masyarakat Riau.

"Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM), kita menargetkan pemenuhan kebutuhan pangan mandiri minimal mencapai angka 30%," ujar Dr. Roni. Beliau menambahkan bahwa Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Riau juga mengalami kenaikan dari skor 60-an menjadi di atas 70, mengubah status dari 'agak tahan pangan' menjadi 'tahan pangan'.

Strategi Kebijakan: Ekstensifikasi dan Intensifikasi Untuk mencapai target tersebut, Pemerintah Provinsi Riau menempuh dua pendekatan utama, yaitu :

  1. Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah: Riau berhasil mencatatkan Indeks Pertanaman (IP) tertinggi ketiga secara nasional untuk program Opla pada tahun 2024 dan melanjutkan tren positif di tahun 2025 . Program cetak sawah baru seluas 500 hektare juga tengah digesa di Kabupaten Rokan Hilir.
  2. Perbaikan Infrastruktur Irigasi: Mengingat 90% sawah di Riau masih berupa tadah hujan dan hanya 10% yang memiliki irigasi teknis, Pemprov Riau tengah berupaya mengakses alokasi dana pusat untuk pembangunan infrastruktur air dan pompanisasi guna meningkatkan produktivitas lahan.

Peran BRIDA: Riset dan Inovasi Smart Farming Dalam kapasitasnya sebagai Kepala BRIDA, Dr. Roni menyoroti pentingnya intervensi teknologi untuk menarik minat generasi muda (Gen Z) ke sektor pertanian dan mengatasi keterbatasan lahan perkotaan. BRIDA Riau tengah mengembangkan model percontohan "Pangan Mandiri Keluarga" yang berbasis teknologi Internet of Things (IoT).

"Kita akan membuat percontohan di lahan kantor BRIDA atau UPT. Sistem ini memungkinkan penyiraman tanaman dan pemberian pakan ternak dilakukan secara otomatis melalui gawai (smartphone), sehingga efisien dan terukur," jelas Dr. Roni.

Inovasi ini diharapkan dapat menjadi solusi urban farming yang tidak hanya sekadar hobi, namun memiliki nilai ekonomi riil dalam menekan inflasi daerah dari sisi pengeluaran rumah tangga. BRIDA Riau berkomitmen untuk terus melakukan kajian agar model ini dapat direplikasi oleh masyarakat luas, mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan dan inklusif