BRIDA Riau Gelar Forum Perangkat Daerah Susun Renja 2027

PEKANBARU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau secara resmi menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (FPD) Riset dan Inovasi Tahun 2026 pada hari Kamis, 2 April 2026. Pertemuan strategis lintas sektor ini dilaksanakan bertempat di UPT Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Provinsi Riau, Kota Pekanbaru. Agenda utama forum ini difokuskan pada upaya sinkronisasi dan penyempurnaan Rancangan Awal Rencana Kerja (Renja) BRIDA untuk Tahun 2027. Pelaksanaan forum dirancang sebagai instrumen krusial untuk menyelaraskan program lintas perangkat daerah dengan prioritas pembangunan regional , sekaligus mengarusutamakan rumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang menjamin efisiensi alokasi anggaran dan akuntabilitas publik.

Dalam pemaparannya, Kepala BRIDA Provinsi Riau, Dr. Ronny B. Leksono, M.T., secara objektif membedah sejumlah permasalahan tata kelola kelitbangan saat ini, seperti pemanfaatan riset dan hilirisasi inovasi yang belum optimal, serta keterbatasan kapasitas sumber daya riset di daerah. Merespons tantangan struktural tersebut, arah kebijakan BRIDA ke depan akan menitikberatkan pada penguatan kolaborasi penta helix—mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan komunitas—guna membangun efektivitas ekosistem riset. BRIDA telah menyiapkan sejumlah dokumen policy brief berbobot, termasuk rekomendasi pemberlakuan Tax Clearance untuk mendorong kepatuhan fiskal secara sistematik dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Selain itu, didorong pula intervensi pendanaan pendidikan gratis yang inklusif melalui optimalisasi skema non-APBD, seperti tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna meringankan beban fiskal daerah tanpa mengurangi kualitas layanan.

Lebih jauh, rancangan program riset unggulan BRIDA Tahun 2027 secara tajam menyoroti optimalisasi sumber daya alam dan aset daerah guna mendongkrak daya saing regional serta efisiensi sektor riil. Arah kebijakan ini terwujud melalui serangkaian kajian strategis, antara lain studi evaluasi efektivitas pemberian makanan bergizi gratis dan makanan tambahan lokal untuk percepatan penurunan stunting. Dari sisi akselerasi ekonomi dan pelestarian lingkungan, agenda riset juga difokuskan pada penguasaan advanced technology untuk hilirisasi komoditas sagu , peningkatan teknologi pengemasan produk UMKM , hingga strategi mitigasi abrasi pesisir dan pemulihan sosial-ekonomi masyarakat di kawasan penambangan emas tanpa izin. Kepala BRIDA Provinsi Riau menegaskan bahwa penciptaan ekosistem riset dan inovasi sejatinya adalah mesin utama pembentuk kompetensi aparatur yang analitis, adaptif, dan mampu memberikan solusi konkret bagi masyarakat. Beliau berharap diskusi komprehensif ini mampu menjembatani kesenjangan antara penghasil riset dan pengguna kebijakan, sehingga rumusan kelitbangan dapat bertransformasi menjadi aksi nyata dalam mendukung pencapaian target Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Riau 2027, yakni pemantapan daya saing dan ekonomi inklusif melalui prioritas pembangunan sumber daya manusia—khususnya layanan kesehatan dan pendidikan—serta percepatan infrastruktur fisik.