Sinergi BRIDA Riau dan UIN Suska, Lahirkan Tenaga Pendamping Profesional untuk Jaminan Produk Halal Riau

Sinergi BRIDA Riau dan UIN Suska, Lahirkan Tenaga Pendamping Profesional untuk Jaminan Produk Halal Riau

Pekanbaru – Dalam rangka memperkuat ekosistem dan jaminan produk halal di Provinsi Riau, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau menjalin kerjasama strategis dengan Pusat Pendamping Proses Produk Halal (P3H) Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau untuk menyelenggarakan Pelatihan Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

Kegiatan yang diikuti oleh perwakilan dari berbagai perangkat daerah ini dibuka secara resmi dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 Juni 2025, bertempat di UPT Penilaian Kompetensi, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau.

Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala BRIDA Provinsi Riau, Dr. Ronny Bowo Leksono, M.T., perwakilan Rektor UIN Suska Riau, Dr. Alex Wenda, S.T., M.Eng., dan Ketua Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) UIN Suska Riau, Dr. Yenni Kurniawati, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala BRIDA Riau, Dr. Ronny Bowo Leksono, menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai respons atas kekhawatiran publik. "Pelatihan ini berawal dari kekhawatiran kami terhadap banyaknya produk yang beredar dengan label halal, namun belum melalui proses sertifikasi yang benar. Ini adalah ikhtiar kita bersama untuk melindungi masyarakat," ujarnya.

Dr. Ronny juga menjelaskan bahwa meskipun anggaran kegiatan tidak secara eksplisit berasal dari BRIDA, sinergi dan kolaborasi dengan UIN Suska Riau memungkinkan acara ini terselenggara. Ia berharap seluruh peserta yang berasal dari Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Bappeda, serta BRIDA Provinsi Riau dapat lulus seratus persen.

"Ke depan, kita merencanakan akan ada sebuah layanan terpadu untuk inkubasi bisnis, sertifikasi halal, dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atau Paten," tambah Dr. Ronny.

Sementara itu, Rektor UIN Suska Riau yang diwakili oleh Dr. Alex Wenda, S.T., M.Eng., memaparkan kontribusi signifikan UIN Suska dalam ekosistem halal. "Hingga saat ini, P3H UIN Suska telah memfasilitasi penerbitan sekitar 5000 sertifikat halal. Kami juga aktif membina dan memonitoring 20 UKM serta menargetkan 40 paten baru untuk memperkuat inovasi," jelas Dr. Alex.

Menurutnya, kegiatan pendampingan ini memiliki dua tujuan mulia, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk halal sekaligus membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dalam meningkatkan daya saing produk mereka.

Pada kesempatan yang sama, Ketua LP3H UIN Suska Riau, Dr. Yenni Kurniawati, M.Si., memberikan motivasi kepada para peserta. Ia mengingatkan bahwa menjadi seorang pendamping halal adalah sebuah amanah besar.

"Pelatihan ini memiliki standar yang tinggi, di mana tingkat kelulusan pada angkatan sebelumnya tidak lebih dari 50%. Ini menunjukkan keseriusan yang dibutuhkan," tegas Dr. Yenni.

Ia berpesan agar para calon pendamping tidak melakukan kesalahan fatal. "Seorang pendamping halal tidak boleh melakukan kesalahan, yang halal dikatakan haram, atau sebaliknya. Ketika Bapak dan Ibu berhasil mendampingi sebuah produk hingga tersertifikasi halal dan menjadi konsumsi masyarakat luas, maka itu akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir," tutupnya.

Pelatihan ini diharapkan dapat mencetak para pendamping yang kompeten dan berintegritas untuk mengawal proses produk halal di Provinsi Riau, sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan Riau sebagai salah satu sentra industri halal terkemuka di Indonesia.